Titik Koma Kehidupan

3:40 PM

Katanya, mereka yang segera berpulang akan memberi pertanda. Orang-orang menyebutnya sebagai firasat. Saya sering mendengar A berfirasat B akan meninggal hanya dengan melihat tingkah laku B yang beda dari biasanya. Namun demikian, firasat itu dinyatakan valid ketika B benar-benar berpulang.

"Ya kemarin dia terlihat beda dari biasanya. Dia peluk saya seakan ingin pergi jauh," ungkap A.

"B itu minta saya jagain kucingnya. Tumben," kata A yang lain.

Pernah juga seseorang berkata seperti ini kepada saya:

"Kadang, orang yang mau meninggal itu, tanpa dia sadari berucap seakan-akan ia ingin pergi jauh meninggalkan kita semua," jelas teman saya.

Firasat kematian, apapun itu, bak antiklimaks dari sebuah kehidupan. Perasaan tak terdefinisi ini seakan menjadi kisi-kisi dari satu penutup. Mereka yang menyadarinya akan bergidik, sambil berkata, "Hush, jangan bicara seperti itu ah."

Ada kalanya firasat itu tidak datang. Dan mereka yang ditinggalkan umumnya tersedu dalam penyesalan what if tak berujung. Sebuah tanda tanya besar lantas dilayangkan: mengapa titik akhir itu tiba-tiba datang?

Sayang, titik tak pernah datang dengan tiba-tiba. Kita hanya terlalu terlena dengan koma.

You Might Also Like

0 comments