Dutch Culture: Society and Current Issues

2:32 AM

Yup, Dutch Culture and Society Issues, itulah kursus yang saya ambil di Utrecht Summer School selama dua minggu. Seperti judulnya, di sini saya belajar mengenai budaya Belanda dan keadaan sosial masyarakat Belanda saat ini. Ini dia penampakan bukunya.


Banyak hal-hal menarik yang dipelajari di kursus ini seperti ulasan mengenai Polder Model (sistem ekonomi Belanda), sistem pengelolaan air di Belanda, multikulturalisme dan sekularisme di Belanda, dan kerajaan Belanda. Materi-materi tersebut disampaikan oleh dosen-dosen tamu yang memang ahli di bidangnya. Bahkan beberapa dari mereka adalah pengarang buku kuliah yang ada di gambar tersebut.

Ketika mempelajari sejarah Polder Model, saya langsung teringat dengan sistem gotong-royong bangsa Indonesia. Ternyata, sistem ekonomi Belanda ini dinamakan atas ciri khas bangsa mereka yaitu polder. Mengapa harus Polder Model? Pembuatan polder di Belanda mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan satu tujuan yang sama: mereklamasi lahan. Nah sistem ekonomi di Belanda juga begitu. Pemerintah, badan usaha, organisasi, dan pengusaha berembug dalam satu diskusi untuk menciptakan sistem ekonomi yang kuat.

Untuk multikulturalisme dan sekularisme, seperti yang kita tahu, Belanda memang terkenal dengan hal-hal tersebut. Sekularisme tumbuh di Belanda kemungkinan besar terpengaruh oleh pemikiran filsuf René Descartes yang menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di Republik Belanda (iya, dulu Belanda itu republik). Sekularisme makin berkembang dalam dua dekade belakangan ini, terbukti dengan terpilihnya VVD (right wing liberals) dan  PvdA (social democrats) sebagai partai dengan hasil vote terbanyak. Partai ini menggeser posisi Christian Democrats yang dua dekade silam sangat berjaya. Nah, dua partai tersebut berkoalisi dalam membuat kebijakan-kebijakan publik seperti kebijakan legalisasi prostitusi, narkoba ringan, euthanasia, dan pernikahan sesama jenis.

Oh semua kebijakan diputuskan oleh koalisi utama parlemen ya? Lalu peran raja apa?

Seperti halnya Inggris, Belanda menganut sistem pemerintahan monarki konstitusional. Saya yakin beberapa di antara kalian sudah khatam banget soal monarki konstitusional ini.  Jadi tugas raja di sini hanya menandatangani segala keputusan parlemen dan mempererat hubungan internasional Belanda dengan negara lain. Raja memang kepala negara, namun ia tak punya kekuasaan untuk membuat kebijakan maupun beropini politis ke hadapan publik tanpa seizin parlemen. Lalu apa gunanya kerajaan? Mengapa tidak jadi republik saja sekalian?

Itu yang menarik!

Bisa dibilang, Belanda adalah sebuah negara paradoks. Di awal berdirinya negara ini, Belanda adalah satu-satunya negara republik di tengah negara-negara monarki lainnya di Eropa. Namun kini, ia adalah sebuah kerajaan di saat sebagian besar negara-negara lainnya berstatus republik. Bahkan ada yang sampai bertanya mengapa Belanda yang mempunyai demokrasi yang kuat masih menjalankan sistem monarki konstitusional. Alasan pertama adalah karena kerajaan diaanggap sebagai kontinuitas dinasti Oranje. Dinasti ini merupakan kebanggaan bangsa Belanda karena mampu menjaga demokrasi dan keutuhan bangsa tersebut. Alasan kedua lebih pragmatis: untuk country branding.

Ya, Belanda ingin dirinya dikenal publik internasional. Kita tahu bagaimana entusias publik ketika keluarga kerajaan mengadakan hajatan seperti pernikahan, pergantian tahta kekuasaan, dan kelahiran anggota baru keluarga kerajaan. Nah, Belanda berpendapat, dengan mempertahankan monarkinya sekarang ia dapat dikenal di mata dunia. Cukup beralasan mengingat bentuk negara monarki konstitusional di dunia ini bisa dihitung pakai jari. Cerita-cerita kerajaan bak cerita di negeri dongeng mampu menarik perhatian masyarakat masa kini. Begitulah kira-kira. Orang Belanda berpikir, kalau tidak ada yang bermasalah dengan monarki ini, kenapa harus diperbaiki?

Masih penasaran dengan kisah kerajaan dan parlemen di Belanda? Di postingan selanjutnya saya akan menceritakan kegiatan darmawisata kelas saya ke Binnenhof (pusat parlemen Belanda) dan Maeslantkering (pusatnya Delta Works). Kalian tahu, darmawisata ini bertepatan dengan Idul Fitri! Jadi halal-bihalal sama kastil dan air deh, hehe..

Keep calm and read my post!

You Might Also Like

0 comments