Berkreasi Berjamaah: Way of Life Masyarakat Belanda

3:47 PM

Setiap zaman memiliki masalahnya sendiri. Dua abad silam, manusia berusaha keras mencari solusi untuk kemudahan mobilitasnya. Namun, kondisi  saat ini jauh berbeda. Manusia secara massif mencari jalan keluar dari dampak negatif keberadaan teknologi canggih, seperti emisi. Pekerjaan tersebut tidaklah mudah, mengingat industri merupakan  poros ekonomi bagi sejumlah negara.


Tampaknya kesulitan tersebut tidak berlaku bagi Belanda. Saya tercengang ketika membaca sebuah artikel tentang bagaimana ‘Negeri Tulip’ itu mampu mengatasi kesulitan dalam menanggulangi emisi melalui proyek Amsterdam Smart City. [1]




Proyek yang dimulai sejak 2009 ini mengajak organisasi pemerintah, perusahaan swasta serta penduduk kota Amsterdam untuk bersama-sama mengurangi emisi karbondioksida (CO2) dan menghemat energi dengan cara yang pintar, yaitu dengan cara mengaplikasikan teknologi baru yang membantu proses pengurangan emisi.

Dua tahun berjalan, proyek ini dianugrahi penghargaan City Star Award 2011 karena terbukti menurunkan emisi dan menghemat penggunaan energi dalam kota metropolitan seperti Amsterdam. [2] Proyek besar-besaran itu bukan lagi wacana, melainkan aksi nyata yang memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberlangsungan hidup warga Amsterdam dan warga benua Eropa lainnya. Kontribusi ASC sesuai dengan target kota Amsterdam, yakni menurunkan setidaknya 40% kadar emisi CO2 dalam kurun waktu 35 tahun (1990-2025). Jika dihitung dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2008-2012), pengurangan emisi ini telah mencapai 5,2%. Capaian ini sesuai dengan komitmen Belanda sebagai anggota Annex I dalam Protokol Kyoto 2005. [3]

Faktanya, yang menarik dari proyek ini adalah keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka  dalam bentuk proyek-proyek inovatif. Ini sama saja dengan berkreasi berjamaah!

Kegiatan berkreasi berjamaah ini tentu mengingatkan kita pada sejarah pembuatan Lage Landen atau tanah rendah di bawah permukaan laut. Proyek ini mengikutsertakan kreativitas seluruh nenek moyang bangsa  Belanda pada zaman itu. Tahapan pembuatannya dimulai dari pembuatan pematang raksasa (duinen), lalu dilanjutkan dengan penanaman rumput, berbagai belukar, dan pohon kayu (veenklei). Veenklei yang meluas menjadi polders dikeringkan dari sisa-sisa air (plassen) yang ada dengan menggunakan kincir angin.  Usaha kreatif dan inovatif ini menarik mata dunia Eropa pada saat itu. Pendatang-pendatang barupun mulai mendiami daerah tersebut. Seiring dengan jumlah penduduk yang makin bertambah, masyarakat setempat berinisiatif membuat tanggul raksasa atau dijken. Dijken ini dibuat di sepanjang pantai yang bermula di Belgia dan berakhir di provinsi Frisland dan Groningen. [4]

Dua proyek di atas adalah dua proyek dari zaman yang berbeda. Partisipasi masyarakat Belanda dalam dua proyek ini menunjukkan bahwa usaha untuk mengikutsertakan individu-individu dalam menuangkan ide-ide kreatifnya tidak hanya dilakukan di lingkungan pendidikan formal saja, melainkan juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan kata lain, berkreasi berjamaah sudah menjadi way of life masyarakat Belanda yang diturunkan dari generasi ke generasi.  Bukankah cara hidup seperti ini akan membawa manusia pada kemajuan?

Dalam bukunya The Innovator’s Cookbook, Steve Johnson mengatakan bahwa semua kemajuan berpondasi pada kreativitas dan inovasi. Agar bisa terwujud, kreativitas membutuhkan kerja sama yang baik. [5]

Jika melihat kasus “berkreasi berjamaah” yang sudah menjadi way of life masyarakat Belanda ini, tentu kita akan mendapatkan formula: kreativitas+kerja sama = inovasi = maju.


Bercermin dari hal ini, apakah kita sudah siap untuk maju dan menjadikan “berkreasi berjamaah” sebagai way of life kita?

You Might Also Like

12 comments

  1. sumber bacaan:

    http://www.dutchdailynews.com/amsterdam-smart-city/

    http://www.amsterdamsmartcity.nl

    http://en.wikipedia.org/wiki/Kyoto_Protocol

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150216445500150

    http://www.voaindonesia.com/content/kemajuan-dan-keberhasilan-ditentukan-oleh-inovasi-138748344/104485.html

    sumber gambar:

    http://1.bp.blogspot.com/-MC_CUbttZCg/TfdY3lbOSnI/AAAAAAAAACs/2KOnbUSjYLY/s1600/Amsterdam-Smart-City.jpg

    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/74/The_Low_Countries.png/350px-The_Low_Countries.png

    ReplyDelete
  2. mantabb..nambah pengetahuan plus bener2 inspiring bgt, being a creative person

    ReplyDelete
  3. Wah wah mereka suka gotong royong ya.Mereka masyarakatnya relatif homogen sih. Makanya gotong royongnya melibatkan masyarakat Flanders dari Belgia yang berbahasa Flemish salah satu dialek bahasa Belanda bukannya mengajak partisipasi masyarakat Belgia lainnya yakni Walloon yang berbahasa Perancis.

    ReplyDelete
  4. @Yudha itu blog pribadinya mas?
    yup, being a creative person is a must :)

    @Afdal si afdal mah emang udah kayak wikipedia berjalan ya, hahaa
    mungkin dulu mereka belum kenalan dal sama masyarakat Walloon, heheee

    ReplyDelete
  5. wew .semoga aja warga indonesia pada baca yaa .
    supaya generasi selanjutnya bisa bercermin pada negara kincir angin itu :p

    ReplyDelete
  6. assiikk deh mba artikelnya mantaappss
    padat, jelas, berisi, tajam terpercaya, hehee

    semoga menang ya mba. jangan lupa pajak ke gue! hehee

    -Dytha

    ReplyDelete
  7. "woww what an inspiring sight!
    Salut deh buat kreativitas & kekompakan mereka~
    Andai pemerintah+masyarakat Indonesia bisa se-kreatif & se-kompak ini.. *sigh
    But nothing is impossible, right? ;)
    kita sbg masyarakat harus mulai berani menunjukkan kreatifitas kita untuk masa depan bangsa yg lebih baik!~
    jangan mau kalah sama negara lain! Hehee~"

    ReplyDelete
  8. wah, mba.. nambah ilmu lagi ni aku

    ReplyDelete
  9. mantaaap dyyy artikelmuuu, cuma aku penasaran deh itu Amsterdam Smart City meng aplikasikan teknologi apaan yaak? Apa niken yg bacanya ga jeli apa gmn hehe.
    semangat semoga sukses yaaa :)

    ReplyDelete
  10. niken: macem2 ken. ada solar panel, terus apa lagi gitu. untuk lebih jelasnya buka aja web amsterdamsmartcity.nl
    emang sengaja ga disebutin satu per satu coz syarat penulisan artikelnya maks 500 kata. jadi harus diirit2 deh nulisnya. yg penting idenya nyampe hehee

    semua: makasih buat komennya. Ayo terapkan "berkreasi berjamaah" sebagai way of life kita! :)

    ReplyDelete
  11. Wow, lengkap sekaleeee!

    Saya mau ikutan kompetiblog jadi minder :D

    ReplyDelete
  12. wah kok tau ini buat kompetiblog? hehee..
    ikut aja Millati, we'll never know until we try ;)

    ReplyDelete