'Untung Aja'

12:43 PM

'Untung aja handphone nya doang yang dicuri, dompetnya tidak.'
'Untung aja lukanya cuma sedikit, padahal motornya rusak parah gara-gara diserempet mobil tadi.'
'Untung aja, macetnya cuma sebentar..'


Saya yakin kalian langsung teringat sesuatu ketika mendengar kata 'untung aja' dan saya sangat yakin kata-kata itu pernah hadir dalam hidup kalian. Dua kata yang teman saya bilang sebagai karakteristik orang Jawa ini, benar-benar mengekspresikan setiap kejadian sial yang dialami oleh keluarga saya.

Kemarin, tepatnya jam sembilan malam, motor yang dikendarai ayah saya kempes di tengah jalan menuju rumah. Hal ini sangat disayangkan karena dalam waktu lima menit, kami akan sampai di rumah. Ayah saya meminta saya untuk turun dari motor dan memeriksa apakah ban motornya kempes parah atau tidak. Tak perlu memegang ban tersebut, saya sudah yakin bahwa ban itu kempes parah. Ayah saya pun berpendapat yang sama dan berasumsi bahwa ban motor ayah saya bocor. Beliau yakin ban tersebut sudah bocor sejak 20 menit yang lalu. Sial sekali.

Kami menghampiri bengkel yang 'untungnya' tidak begitu jauh dari TKP. Untung aja, bengkelnya masih buka. Proses penambalan memakan waktu sekitar 20 menit. Untuk mengusir rasa kantuk dan lelah seharian itu, saya dan ayah saya bergurau.
Saya
'Bapak tuh bisanya merusak motor mulu ya. Kemarin mesin motor Mio mati mendadak di tengah jalan, sekarang ban motor Kharisma bocor di tengah jalan, ckck.'
Bapak 
 'Enak aja, kamu tuh penyebabnya. Gara-gara membonceng kamu, motornya jadi bocor deh.'
Saya 
 -_-"


Tambal ban selesai. Kami pulang. Di perjalanan kami mengobrol.
Bapak
Dy..
Saya
Hmm..
Bapak
Untung aja ya, pas bannya bocor, ada tukang tambal ban yang masih buka. Dekat lagi, jadi ga repot.
Saya
Bapak ini, sudah kena musibah, masih aja merasa untung. Kalau kena musibah tuh ga ada untungnya, adanya rugi. Dasar orang Jawa.


Saya berkata demikian karena saya terpikirkan oleh perkataan teman saya yang menyebut saya 'dasar orang Jawa' ketika saya sering sekali mengatakan 'untung aja' (padahal teman saya yang berkata begitu juga orang Jawa). Kalau saya pikir-pikir, memang benar sih. Hampir seluruh keluarga saya, yang kebetulan orang Jawa, selalu mengatakan 'untung aja' ketika mendapatkan musibah. Sebenarnya sih saya tidak begitu mempermasalahkan hal itu. Malah bukankah itu ungkapan rasa bersyukur kepada Allah karena masih diberikan kemudahan atau keberuntungan dalam musibah?  Saya hanya merasa lucu dengan hal tersebut karena kata-kata tersebut terdengar lucu juga. Begini maksudnya, kalian mengalami musibah, lalu kalian masih merasa untung dengan hal tersebut. Dan ketika kalian mengucapkan kata 'untung aja', itu membuatnya menjadi lucu.

Kami melanjutkan obrolan kami.
Bapak
Eh beneran Dy, kemarin juga pas motor Mionya mati di tengah jalan, untung aja Bapak baru jalan sampai  ujung gang. Coba kalau matinya 1 kilometer atau lebih dari rumah, pasti repot banget.
Saya
Iya deh, Pak.


Perjalanan kami menuju rumah sudah dekat dan keadaan saat itu sangat gelap gulita. Mati Listrik!! Rasa lelah dan kantuk kami disambut oleh gelapnya rumah kami. Saya langsung memeriksa persediaan lilin. Masih ada.


Bapak
Lilinnya masih ada ga, Dy?
Saya
Masih
Bapak
Aduh, untung aja ya masih ada lilinnya. coba kalau habis, mau beli dimana coba. Udah malam begini.
Saya
-_-"


10 menit kemudian. Listrik menyala.
Saya
Haaaaaaaah, akhirnya menyala juga. Untung aja ya, Pak, matinya cuma sebentar. Coba kalau lama, ga mandi deh.


Ya begitulah.. Hari itu menjadi hari 'untung aja'.

You Might Also Like

0 comments