You Are My Shon-di

2:16 PM

"You're my shon-di"

Itulah yang diucapkan Kato kepada Britt Reid-- sahabat sekaligus partner-in-crimenya (atau bisa juga menjadi partner-in-demolishing-crime)-- dalam film The Green Hornet yang diadaptasi dari komik dan program radio di Amerika Serikat.

The Green Hornet, film komedi superhero itu menjadi official gathering movie kami Jum'at, 5 Februari kemarin. Mulanya kami (saya, Emyu, dan Ismei) bingung ingin menonton film apa. Saya sudah lama tidak menyaksikan program movie freak (sebuah program tv yang menanyangkan ulasan film yang akan diputar di bioskop), jadi saya kurang tahu rekomendasi film yang bagus untuk ditonton di akhir pekan. Berhubung si Emyu melihat Jay Chou (ya, dia lumayan hafal dengan aktor & aktris Asia) dalam poster The Green Hornet, ia meminta kami berdua untuk menonton film itu. Ketika saya melihat posternya sih, kelihatannya filmnya bagus. Lalu kami sepakat menonton film itu.

Film dimulai pukul 12.15. Kami memanfaatkan waktu yang ada untuk bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing sambil mentrasfer film Nodame Cantabile dan musik klasik (sebetulnya sih hanya saya dan Emyu yang melakukan hal ini. Ismei hanya bengong mendengarkan topik pembicaraan kami waktu itu. Saya jadi merasa bersalah. Maaf ya Mei =D). Lalu film yang akan kami tonton siap diputar, kami pun memasuki pintu teater 2 bioskop XXI Mal Metropolitan Bekasi. Saat kami masuk, ternyata filmnya sudah diputar. kami bingung dan bertanya-tanya: kami masuk tepat waktu tapi mengapa filmnya sudah diputar? Padahal biasanya ada waktu 10 menit yang digunakan pihak bioskop untuk memutar ulasan film yang akan diputar.

Lima menit kami menonton dan kami belum yakin apakah film itu benar-benar film The Green Hornet karena kami tidak juga menyaksikan pemeran yang ada di poster yang kami lihat sebelumnya. Saya, Emyu, dan ismei panik. Haruskah kami keluar? haruskah kami menanyakannya kepada penjaga pintu? Lalu kami mengecek ulang tiket kami. Benar, tidak ada yang salah.

Keraguan kami hilang setelah Kato (Jay Chou) tampil. Kami lega. Ketika dia tampil, isi cerita itu berubah menjadi sesuatu yang tidak kami bayangkan sebelumnya. Kami kira film ini akan membosankan, tapi tidak! Kalau kalian penasaran, lebih baik kalian menyaksikannya sendiri atau bareng teman atau pasangan kalian.

Seusai menonton, kami solat dzuhur yang dilanjutkan makan siang di Gokana Tepan. Kami baru sadar bahwa di samping pintu masuk Inul Vizta, ada Gokana Tepan. Saya tahu sebelumnya itu adalah restoran fast food. Kami bertiga sepakat untuk menghentikan konser keroncong dalam perut kami disana. Saya merasa minggu itu seperti minggu Jepang; menonton drama serial Nodame Cantabile, Itazurana Kiss, The Green Hornet (walaupun sebenarnya Jay Chou itu orang China), dan diakhiri makan mie ramen di Gokana Tepan.

Tapi sayang, rasa mie ramennya tidak seperti yang saya bayangkan. Saya kira ada bumbu-bumbu khusus yang membuat rasa mie itu berbeda dengan mie yang biasa saya makan. rasanya seperti mie ayam, MSG nya terasa sekali (padahal saya sudah berhenti menggunakan MSG dalam masakan saya di rumah). tapi tak apa lah, kalau tidak mencoba, mana saya tahu rasanya seperti apa, hee..

Acara dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol ringan seputar masalah cewek. Kami curhat habis-habisan! Saya belum pernah mengungkapkan isi hati saya sebebas itu sebelumnya. Mereka memang... (speechless). Inilah foto-foto kebersamaan kami! :)





Maghrib tiba, namun kami masih tidak ingin melepaskan tali magis yang mengikat kami bertiga. Kami solat maghrib bersama, lalu ngobrol lagi. kali ini di luar gedung. Kami duduk bersama, menikmati kelap-kelip lampu hias yang melumuri tanaman hias di sekitar Mega Mall Bekasi. Kami duduk, memandangi tiap insan yang lalu lalang di depan kami, mendengarkan suara mesin sepeda motor dan mobil, suara pluit lalu lintas, dan tawa orang-orang di sekitar kami: pasangan muda-mudi, sekumpulan anak ABG, sorak sorai sekumpulan pemuda yang sedang merayakan ulang tahun bersama teman-temannya. Malam Sabtu seperti malam Minggu (tiga minggu saya merasakan hal serupa).

Kami curhat lagi, mengenang kembali masa-masa SMA kami yang terlihat konyol. Tepat pukul 20.30 kami mengakhiri obrolan panjang kami. Mau tidak mau harus diakhiri. Ahh, saya ingin bertemu dengan mereka lagi. Y'all are my Shon-di!



You Might Also Like

0 comments