Tasya-Chan

3:34 PM

Mungkin kalian bosan membaca nama ini yang saya tulis berulang kali di beberapa postingan saya akhir-akhir ini: Nodame Cantabile

Sepertinya saya sedang terkena flue Nodame Cantabile yang mana virusnya ditularkan oleh Mutiara Dewi Agustin (a.k.a. Emyu) setahun silam.  Tapi kali ini saya tidak akan membahas banyak tentang Nodame Cantabile melainkan murid saya yang bernama Natasya Febrina yang akrab dipanggil Tasya.

Sudah hampir dua tahun saya mengajar anak ini, terlalu banyak duka daripada suka (sigh). Dia anak yang introvert di sekolah namun sangat extrovert di rumah. Dia sangat berkuasa di rumah, kadang orang-orang di rumahnya pun menyerah menghadapi dia. Pribadi yang keras. Tangisan dan teriakan adalah senjatanya jika keinginannya tak terpenuhi. Di awal saya mengajar dia, dia terlihat begitu lembut. Seminggu kemudian, keluarlah anakondanya. Berbulan-bulan saya merasa kewalahan menghadapi tingkahnya, malah hampir mau mengundurkan diri. Tak tahan.

Setahun lebih saya mengajarnya, sikapnya menguatkan sistem imun saya. Saya menjadi kebal dengan tingkah lakunya. Saya sudah paham benar cara dia berinteraksi:
1. Ketika saya datang, dia mengambek tidak mau les.
2. Saat jam pelajaran berlangsung, dia selalu mengeluh, capek katanya.
3. Minta kompensasi waktu belajar (waktu dikurangi)
4. Turun naik tangga selama pelajaran berlangsung.
5. Menangis jika ia tidak ingin belajar
6. Dan masih banyak lagi

Kemarin, saat saya tiba di rumahnya, ia melakukan kebiasaan nomor 1. Pembantunya dan ibunya sampai bosan berteriak-teriak, menasehatinya agar les. Saya hanya diam dan tersenyum: sudah biasa. pembantunya bilang ke saya mengapa saya bisa begitu kuat menghadapi tingkah lakunya selama ini dan mengajarinya yang kadang-kadang ia tidak begitu serius. Saya hanya menjawab, "Saya mah sudah kebal, Mbak" dibarengi dengan senyum. 

Saya sebenarnya merasa kasihan dengan murid saya ini. Dia begitu pendiam di sekolah dan sebagai gantinya, rumah menjadi ruang kebebasannya dalam berekspresi. Saya juga mulai memahami, lamanya jam belajar di sekolah serta keikutsertannya dalam les Kumon membuatnya begitu lelah. Apalagi sesi les privat dengan saya itu diadakan lima hari seminggu. Anak mana yang tidak keliyengan? Hahahaa

Terlepas dari itu semua, saya ingin mengekspos beberapa karakternya yang mirip sekali dengan Nodame Cantabile: berantakan dan jorok. Setiap kali saya memasuki kamarnya, saya merasa berada di kamar Nodame. 

kamar Tasya


kamar Nodame


Tasya


Nodame

Whooaaa, persis kan? Rambut dan kamarnya yang berantakan, ekspresinya pas! Dia adalah Tasya-chan, murid saya yang unik! Dia menyebalkan tapi entah bagaimana saya menyayanginya. Love hate relationship? Could be.






Sumber gambar Nodame Cantabile:

http://nd4hpus.wordpress.com/2009/12/05/nodame-cantabile/

You Might Also Like

0 comments