Apa Aja Boleh

12:13 AM

Whoooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Setengah jam lagi akan menuju dini hari nih, hehee

Baiklah, sekarang waktunya bersenang-senang! (ah sial, kenapa harus ada suara-suara aneh di luar sana sih? mengurangi my state of being happy aja! ckck).

Kali ini saya ingin menyampah saja di blog saya. Tidak ada tema pasti dalam blog ini, hanya kumpulan kata yang keluar begitu saja dari otak saya.

Hmm.. Saat ini saya sedang merasakan lapar! Ya, lapar! Saya sudah makan malam namun ternyata tugas akhir kuliah saya menggerogoti segala macam karbohidrat dan protein yang terkandung dalam makanan yang saya makan. Saya menunggu mie dok-dok yang biasanya keliling. Namun sayang penjualnya tidak mendengar teriakan kelaparan saya. Seharusnya, seorang pedagang keliling mempunyai insting rasa lapar. Seharusnya ia bisa mendengar gemuruh-gemuruh yang ada di dalam perut seseorang yang sedang lapar. Ya sudahlah... (dan mengapa suara-suara itu datang lagi?! grr)

Oh yeah, di luar mulai hujan. Baunya sampai masuk ke kamar saya, sedap sekali. Lumayan untuk dijadikan pengisi perut saya yang lapar.

Terlepas dari masalah perut saya yang lapar, saya akan menceritakan progres dan degres (benar tidak ya istilahnya? entahlah) saya selama semester ini. Ada suatu keadaan di mana saya susah menjelaskan ini progres atau degres saya. Saya merasa kadar humor saya semakin tinggi. Jika kalian tanya siapa agen pengubah (beuh, bahasanya sangat sosiologi sekali. Biarlah..) yang menyebabkan saya semakin banyak melucu, mereka adalah Iis dan Dita. Mereka akrab dengan panggilan Sumi dan Eti. Iis memang sudah menjadi partner in crime saya dalam melucu membuat bualan-bualan konyol semenjak semester tiga. Tapi Dita, saya tidak menyangka dia mempunyai kadar kegilaan yang sama tingginya dengan saya dan Iis. Saya dapat menangkap bahwa dia melampiaskan sisi 'humoris'nya yang selama ini terpendam. Sebulan yang lalu saya berpikir bahwa ini adalah progres kami bertiga, tapi...

Suatu peristiwa di Bali menyadarkan saya. Ada suatu masalah di antara teman-teman dekat saya dan itu membutuhkan klarifikasi yang sangat jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kami semua dan teman-teman kami yang lain.

Saya, yang dianggap sebagai tetua di antara kami (Bayangkan, hanya karena saya lahir satu tahun lebih dulu daripada mereka, saya di anggap tetua yang harus memulai pembicaraan. Sial! Tapi benar juga sih, hehee), diminta untuk membicarakan masalah ini. Dan saya pun bingung harus memulai darimana. Saya ingin mengatakan apa yang menjadi 'unek-unek' kami namun kehumorisan yang ada dalam diri saya telah membunuh karakter saya. Sudah tidak seimbang lagi. Saya mulai menyesali hal itu. Untungnya perbincangan kami berjalan dengan lancar dan tidak ada lagi kesalah-pahaman di antara kami.

Nah, suatu saat saya membaca sebuah kutipan entah dimana yang intinya memberitahu kita bahwa lelucon dapat mengurangi kewibawaan seseorang. Saya jadi berpikir: saya harus menguranginya perlahan. Tidak semuanya, hanya sedikit saja agar keseimbangan kadar humoris dan keseriusan saya seimbang.

Oh kawan, sepertinya daya mata saya sudah menurun menjadi 5 watt. Dengan ini saya nyatakan bahwa saya senang semua masalah akademik kuliah untuk semester ini telah usai! Oh tidak, belum semua. Masih ada IP menunggu saya di depan saya. oh ya Allah, semoga semua hasil dari yang saya pelajari dapat memuaskan saya. Amin.

Baiklah, saya tidur dulu. Selamat malam dan selamat beristirahat. Mimpi indah ya semuanya *BIG HUGS*





You Might Also Like

0 comments