Hujan di London Tak Akan Pernah Sama dengan Hujan di Bekasi

2:07 PM

3 hari menjelang Idul Fitri...

12.33 pm

Saya berada di depan laptop, mengetik apapun yang ada di pikiran saya saat ini. Jika kalian ingin deskripsi yang lebih jelas, saya sedang berbincang dalam diam dengan teman saya lewat Yahoo Messenger, earphone di telinga, mendengarkan ia berbicara. Sementara petir menyambar seolah ia ingin masuk dalam perbincangan kami berdua (atau memarahi saya karena menyadari betapa berantakannya kamar saya).

Saya mengetik, hujan turun deras--lebih dari sekedar merintik--menciptakan alunan musik yang (menurutnya) lebih indah dari suara-suara gemerisik yang timbul tenggelam dari radioku. Sayapun teringat London. Ah, tidak, Westminster lebih tepatnya. Tapi bukankah mereka ada dalam sebuah kerajaan yang sama? Baiklah, dua-duanya mungkin.

Lalu saya bertanya-tanya, apakah sama hujan di Bekasi dengan hujan di London (atau Westminster)? Pertanyaan yang kurang bumbu filosofi memang, tapi apakah itu perlu jika saya memang benar-benar menyukai hujan?

Sambil mengetik catatan ini, saya mendengar Sang Hujan turun lebih deras yang dikawal kekasihnya yang sejati, Sang Petir yang (jika kalian ingat, dia seperti ingin masuk dalam perbincangan kami atau kesal melihat kamar saya yang berantakan) berseriosa lantang, ingin mengalahkan Lovebug yang dinyanyikan oleh Jonas Brothers rupanya. Seakan tak mau kalah, saya keraskan volume radio saya (karena saya suka sekali lagu ini, sangat London) lalu mencari gambar suasana hujan di London. Kalian mau lihat? ini dia!!


Yang ini sepertinya di ambil di Piccadilly, elegan bukan? Oh iya, saya mengambil banyak foto di Google, dan yang di bawah ini juga keren.


Deras sekali, bukan? Kalau begini, Bogor yang selama ini diberi gelar si Kota Hujan akan digusur mentah-mentah oleh London si Ratu Hujan, ahahaa..

 Saking deresnya sampai banjir deh, hihihi
Walaupun banjir, London tetep keren! Dan yang lebih keren lagi, foto yang di bawah ini!

oh betapa romantisnya, akhi memayungi ukhtinya di tengah derasnya hujan London, huhuhu...

Cukup sudah, mari kita bandingkan dengan hujan di Bekasi..
Tak ada keindahan, yang ada hanyalah...

                                                                               Ini 
                                    

           ini

                            

atau yang lebih parah..

ini


Kalau sudah parah seperti itu, kendaraan yang pas adalah..

ini


Mungkin Para Londoners masih sempat bersepeda ketika banjir seperti gambar jauh di atas, tetapi untuk para Bekasinian, seperti yang dikatakan Clay Aiken dalam singlenya yang terbaru, IT'S IMPOSSIBLE!! hehee

Bersepeda tidak terlalu disukai oleh para Bekasinian, khususnya anak-anak. mereka lebih suka...

ini



Yup, main banjir-banjiran! hahaa (saya juga dulu begitu, oops)

Tetapi, dari sekian gambar yang saya ambil (hujan di Bekasi), gambar inilah yang saya suka


Ahh lihat! Saking derasnya, payung oranye bapak itu sampai terbalik! Saya suka ketika hujan turun deras seperti itu, elegan!

Perbandingan selesai. Perbincangan saya dan teman saya selesai. Hujan Selesai. Ia telah diantar pulang oleh Sang Petir (yang mungkin telah menyerah menggangu saya dan teman saya). Kini, yang ada di luar sana hanyalah rintik-rintik hujan yang disisakan oleh Sang Hujan layaknya seorang wanita yang menyisakan wangi parfumnya ketika berjalan. Elegan!

Oh yeah, belum seelegan yang saya perkirakan. Genangan air yang meluap dari selokan rumah saya dan para tetangga (oleh-oleh dari Sang Hujan) sepertinya mengusik keberadaan kecoa dan serangga lainnya. Sepertinya rumah mereka kebanjiran dan alhasil, rumah kami lah yang menjadi tempat pengungsian sementara (huh, ingat ya kecoa, ini semua tidak gratis!)

Lalu saya membayangkan... Jika saya tinggal di London, akankah kecoa-kecoa London mengalami-- nasib yang sama seperti kecoa-kecoa di Bekasi? Dan akankah saya mengalami nasib yang sama pula?

Satu hal yang pasti, hujan di London tak akan pernah sama dengan hujan di Bekasi. Walaupun mereka membawa muatan yang sama, tetapi perbedaan wilayah akan menciptakan suasana yang berbeda. Dan saya ingin merasakan hujan di London (atau Westminster).....


“I’ll close my eyes and sleep, sleep to the sound of London rain”– “London Rain,” Heather Nova

You Might Also Like

4 comments